11 Juni 2013

sistem informasi berbasis website



Saat ini, informasi semakin mudah di dapat, tak hanya melalui media cetak, tapi informasi juga dapat dicari melalui sebuah jejaring social ataupun website. Hal ini, juga turut melatarbelakangi pemerintah untuk membuat suatu aplikasi ataupun website, dengan tujuan untuk memudahkan user, masyarakat serta pembuat keputusan untuk mendapatkan informasi. Sayangnya informasi yang terdapat di website milik pemerintah, terkadang tidak update, sehingga informasi yang terdapat pada website tersebut, tidak bisa digunakan oleh user, masyarakat maupun pembuat keputusan. 

Website milik pemerintah, cenderung hanya menampilkan bagaimana profil daerah dan profil dari suatu badan tersebut. Tak jarang, website tersebut tidak menampilkan alamat yang bisa dihubungi. Jadi menurut pengamatan ku, website pemerintah yang ada saat ini, masih sedikit sekali yang benar-benar dapat menampilkan informasi untuk user, masyarakat dan pembuat keputusan. 

Hal tersebut, bukan tanpa alasan, tapi terdapat berbagai macam alasan, mulai dari tidak ada nya biaya sampai tidak adanya SDM yang memadai, yang mana hal tersebut, dapat berpengaruh kepada keberlangsungan website itu sendiri. Namun, bila alasan tersebut, hanya terpaku pada tidak adanya SDM, alasan tersebut terdengar seperti “terlambat karena macet”, mengapa demikian, karena sudah banyak pelatihan pelatihan ataupun sosialisasi SDM mengenai pelatihan aplikasi website tersebut.

29 November 2012

Mempromosikan Pariwisata

Suasana pasar trapung sungai martapura, lok baintan, di pagi hari...suasana nya masih sangat tradisional, banyak banget yang menjajakan hasil bumi.

Objek wisata yang masih perlu polesan lagi, perlu dikemas lagi, hingga cantik, sehingga bisa mendatangkan wisatawan.

Namun, hal yang paling mendasar, dalam hal pengemasan ini, ada beberapa yang sebenernya, buat ku kurang sreg.

Untuk pengemasan, orang kita (pemerintah) seperti me-modern-kan suasana yang tradisional, sehingga suasana nya sudah berbeda. Atau ketika mempertahankan kesan tradisional nya, terkesan tidak memperhatikan keberlanjutannya.

Ada topik menarik, ketika mau bulik ke jakarta, sempat terlibat diskusi ringan dengan Rosyid, (saudara nya suami), diskusi yang ringan, dilihat dari kacamata yang berbeda. Aku melihat pengemasan pariwisata itu dari segi, bagaimana dengan adanya pariwisata di daerah tersebut, maka kegiatan ekonomi di daerah tersebut menjadi maju, sedangkan Rosyid melihat pengemasan dari sisi Fotografi (maklum lah, saudara yang satu ini memang concern sekali dengan fotografi nya).

Gambar : kepunyaan paman google
Pariwisata di Indonesia itu banyak sekali ragam nya, hanya saja memang tidak bisa disamaratakan untuk tiap daerahnya. Pariwisata ga bisa dipisahkan dari budaya, karena budaya itu yang menjadi dasar dari pariwisata.

Bali, daerah yang pariwisata nya maju pesat, banyak wisatawan baik yang mancanegara maupun yang nusantara, ingin datang ke Bali, bahkan adat mereka pun menjadi salah satu atraksi yang menarik untuk di lihat. Pariwisata disana maju pesat, karena selain karena pengemasannya yang menarik, masyarakat disana pun menerima akan pariwisata itu sendiri, budaya mereka mau menerima wisatawan yang datang ke daerah nya.

Gambar : Pasar Trapung Lok Baintan
Banjarmasin, Lombok atau daerah lain, yang pariwisata nya kurang menonjol, padahal daerah tersebut juga mempunyai objek wisata dan atraksi yang menarik, hanya saja kurang menonjol karena pengemasannya dan promosi nya yang kurang.

Bagaimana daerah tersebut (yang pariwisatanya kurang) akan dikunjungi oleh wisatawan, bila promosinya saja kurang. Promosi yang baik itu, ngga hanya melalui iklan yang terpampang saja, tapi yang paling paling mujarab adalah pembicaraan orang ke orang. Kenapa ?? karena bila kita puas, secara tidak sadar, kita pasti akan 'mempromosikan' daerah tersebut ke teman teman nya, dan begitu juga seterusnya.

Lantas, bagaimana kita membuat para wisatawan tersebut menjadi puas ??
Selain akomodasi, transportasi, dan atraksi, masyarakat nya pun menjadi salah satu kunci di dalam memajukan pariwisata di daerahnya, bila masyarakat nya welcome terhadap wisatawan yang datang, maka wisatawan akan nyaman dan bukan tidak mungkin untuk kembali lagi ke daerah tersebut dan akan bercerita bagaimana pengalaman mereka di daerah tersebut. Cerita itulah, yang secara tidak sadar menjadi alat promosi yang bermujarab. Tapi bagaimana, jika masyarakat tersebut, ternyata tidak welcome dengan wisatawan yang datang ke daerah nya, tentunya pariwisata tersebut juga kurang maju.

Jadi intinya, masyarakat menjadi salah satu faktor penunjang di dalam mempromosikan pariwisata di daerahnya.

13 September 2010

IN MEMORIAM - Teh Irma Hadiyanti

Hari ini, tgl 8 september 2010, kau pergi tuk selama lamanya...
Selamat jalan teh
Selamat jalan teman ku
Dengan jalan ini kau pergi
Dan dengan jalan ini pula ALLAH menunjukkan kasih sayangnya kepadamu
Semoga kau diberikan tempat yang terbaik disisiNYA dan bergabung dengan golongan orang orang yang khusnul khotimah
Teruslah tersenyum disana teh
Semangatmu akan terus mengiringi kami selama nya
Missing u a lot

IN MEMORIAM-Herman Bahar

Terakhir ku memimpikan Pa HEB, setahun yang lalu, katika kami akan berulang tahun...
Pa HEB, adalah panggilan kesayangan kami, mengikuti pola STPB, yang mempunyai singkatan nama 3 huruf..HEB, adalah singkatan dari Herman Bahar, seorang ahli pariwisata di Indonesia, serta seorang mantan direktur pasca sarjana di STPB...
Beliau salah seorang yang membuatku tertarik tuk melanjutkan kuliah di bidang pariwisata, beliau juga yang memberiku kesempatan tuk menimba serta mempunyai pengalaman di bidang pariwisata...
Kini, beliau telah tiada, telah beristirahat dalam tidurnya yang panjang, semoga arwahnya diterima disisiNYA, dan diberikan tempat yg terbaik..

*pa, kini puti telah selesai menyelesaikan kuliah serta menjadi wisudawan terbaik, smg puti masih ada kesempatan tuk berkecimpung di dunia pariwisata...terima kasih atas semuanya pa